Proses Bangkit Setelah Lama Vakum

  • 0

Aku kira, setelah menulis satu tulisan kemarin, semuanya bakal langsung mengalir lagi seperti dulu. Ternyata… tidak.

Pagi ini aku kembali membuka laptop, menatap dashboard blog, dan rasa canggung itu muncul lagi. Rasanya seperti bertemu sahabat lama yang amat dekat, tapi sudah lama tak saling menyapa, bingung mau mulai dari mana.

Ada bagian diriku yang berbisik,

"Apa kamu benar-benar mau mulai lagi? Bisa nggak kamu konsisten seperti dulu? Masih ada yang peduli nggak dengan tulisanmu?"

Suara-suara itu muncul begitu saja.
Dan kurasa, itu wajar.

Proses bangkit ternyata tidak secepat menekan tombol “publish”.
Ada rasa takut, ada keraguan, dan ada beban yang sulit dijelaskan.

Tapi ada juga sesuatu yang lain… sesuatu yang kecil tapi hangat.

Rasa penasaran.
Rasa kangen.
Rasa ingin mencoba lagi, meski langkahnya masih pelan.

Hari ini aku tidak menulis panjang, setidaknya belum. Aku hanya membaca beberapa arsip lama. Tulisan-tulisanku dulu membuatku tersenyum dan sedikit sedih. Aku melihat versi diriku yang semangat, yang tidak terlalu memikirkan apakah tulisannya sempurna atau tidak. Yang penting menulis.

Aku rindu versi itu.
Dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama, aku merasa ingin menemukannya lagi.

Aku mencoba membuat draft baru, hanya beberapa kalimat seadanya. Tidak sempurna, tidak juga rapi. Tapi rasanya… seperti latihan kecil untuk menggerakkan kembali otot yang lama tidak dipakai.

Menulis ternyata seperti itu, kalau lama tidak digunakan, ia kaku. Tapi jika dihangatkan pelan-pelan, ia kembali lentur.

Hari ini aku menyadari satu hal:

Bangkit itu tidak selalu dimulai dengan langkah besar.
Kadang hanya secuil keberanian untuk membuka halaman kosong.

Aku masih belum tahu akan menulis apa minggu ini. Aku masih menyesuaikan diri dengan semua perubahan, termasuk dunia blogging yang sekarang serba cepat dan serba AI. Tapi aku juga mulai mengerti bahwa aku tidak harus mengejar semuanya sekaligus.

Aku hanya perlu menulis lagi. Sedikit-sedikit.
Tidak apa-apa kalau masih berantakan.
Tidak apa-apa kalau belum rajin.
Tidak apa-apa kalau belum kembali seperti dulu.

Yang penting: aku muncul hari ini.
Aku hadir.
Aku mencoba.

Dan kurasa… itu sudah cukup untuk bagian kedua dari perjalananku ini.

No comments:

Post a Comment